JourneyVertical.com. Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi sejak lama dikenal sebagai kawasan dengan kekayaan alam yang memukau. Pegunungan yang menjulang tinggi, danau yang tenang, serta hutan tropis yang rimbun menjadikan wilayah ini favorit bagi pecinta wisata alam. Di tengah kekayaan tersebut, muncul satu destinasi yang kini mulai banyak dibicarakan: Rawa Bento. Terletak di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Rawa Bento menawarkan keindahan alam yang sunyi, damai, dan menyegarkan bagi siapa pun yang berkunjung.
Rawa Bento mungkin belum sepopuler Gunung Kerinci atau Danau Kerinci, namun keindahan serta nuansanya yang menenangkan membuat tempat ini perlahan menjadi tujuan wisata baru bagi mereka yang mencari pengalaman berbeda. Suasana alaminya yang masih sangat terjaga menjadi nilai tambah yang membuat pengunjung ingin kembali.
Keunikan Rawa Bento

Foto Fatmi Sunarya/kompasiana.com
Dengan luas sekitar 1.000 hektare, Rawa Bento dikenal sebagai salah satu rawa tertinggi di Asia Tenggara. Ekosistemnya cukup unik, terdiri dari hamparan rumput rawa gambut, hutan rawa kerdil, dan beberapa danau kecil yang berada di tengah kawasan. Semuanya berpadu menciptakan panorama yang seolah-olah tidak tersentuh manusia, sebuah pemandangan yang terasa langka di era modern ini.
Asal Nama dan Lanskap yang Memukau
Nama “Bento” berasal dari bahasa daerah yang berarti rumput, menggambarkan kondisi rawa yang dipenuhi rerumputan hijau yang tumbuh subur sepanjang tahun. Keindahan Rawa Bento semakin lengkap dengan lokasinya yang berada di ketinggian 1.333 mdpl. Di sekelilingnya berdiri kokoh pegunungan Bukit Barisan dan dekat dengan kaki Gunung Kerinci.
Pada pagi hari, kabut tipis sering kali menyelimuti permukaan rawa. Pemandangan ini menciptakan kesan seperti berada di negeri di atas awan. Warna hijau dari rumput, birunya langit yang tercermin di air, serta suasana sunyi membuat banyak pengunjung merasa seperti berada di tempat yang sepenuhnya berbeda dari kehidupan sehari-hari mereka.
Akses dan Perjalanan Menuju Lokasi

Objek wisata Rawa Bento di Taman Nasional Kerinci Seblat. Sumber Foto: Nani Ernawati (Kompas.com)Rawa Bento berjarak sekitar 1 jam 30 menit dari Kota Sungai Penuh. Jalur yang dilalui berupa jalan pedesaan dengan beberapa bagian menanjak dan berbatu. Oleh karena itu, disarankan menggunakan kendaraan yang tangguh, terutama jika berkunjung pada musim hujan. Meski perjalanan cukup menantang, suasana pedesaan yang ditemui sepanjang jalan memberikan pengalaman tersendiri.
Begitu tiba di lokasi, kelelahan perjalanan akan terbayar dengan udara segar yang menyambut. Pemandangan luas yang terbentang di depan mRawa Bento ata membuat banyak wisatawan langsung ingin menyalakan kamera dan mengabadikan momen. Tempat ini begitu tenang, sehingga sekadar duduk menikmati angin dan suara alam pun sudah cukup untuk membuat hati terasa lebih ringan.
Sorotan Publik dan Popularitas yang Meningkat
Dalam beberapa waktu terakhir, popularitas Rawa Bento mulai naik setelah mendapat kunjungan dari beberapa tokoh nasional. Salah satunya adalah kunjungan Prof. Yusril Ihza Mahendra bersama Bupati Kerinci. Momen ini dibagikan di media sosial dan mendapat perhatian luas. Publisitas tersebut membuat semakin banyak wisatawan penasaran untuk melihat langsung keindahan Rawa Bento.
Kunjungan tokoh nasional ini bukan hanya bentuk apresiasi terhadap keindahan alam Kerinci, tetapi juga menjadi dorongan untuk mengembangkan Rawa Bento sebagai destinasi wisata yang lebih dikenal. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu ikon wisata alam di Jambi.
Kekayaan Hayati Rawa Bento
Selain memukau secara visual, Rawa Bento juga kaya akan keanekaragaman hayati. Kawasan ini menjadi habitat penting bagi berbagai jenis burung, terutama burung air. Beberapa jenis burung yang sering terlihat meliputi belibis, bangau, dan itik liar. Keberadaan satwa ini menjadikan kawasan ini favorit bagi fotografer maupun pecinta birdwatching.
Pada pagi hari, suara burung yang bersahutan menjadi melodi alami yang menyambut pengunjung. Suasana seperti ini membuat Rawa Bento terasa hidup dan penuh energi, namun tetap tenang dan harmonis.
Aktivitas Wisata yang Bisa Dinikmati

Foto Tommy Rakasiwi/Kompasiana.com
Wisata Perahu Menyusuri Rawa
Salah satu aktivitas utama di Rawa Bento adalah menyusuri rawa menggunakan perahu tradisional. Perahu ini disediakan oleh warga setempat dan dapat disewa dengan harga terjangkau. Perjalanan dengan perahu memberi kesempatan untuk melihat lebih dekat vegetasi rawa, danau kecil, serta panorama dua gunung besar, Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh yang tampak megah di kejauhan.
Perjalanan perahu ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menenangkan. Perahu melaju perlahan di atas air yang jernih, memberikan waktu bagi wisatawan untuk menikmati momen tanpa tergesa-gesa.
Memancing dan Menghabiskan Waktu Santai
Kawasan ini juga menjadi tempat favorit untuk memancing. Berbagai jenis ikan air tawar hidup di rawa ini, sehingga pengunjung sering kali menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memancing sambil menikmati udara segar. Aktivitas sederhana seperti ini membuat banyak orang merasa lebih dekat dengan alam.
Berkemah dan Menikmati Malam di Alam Terbuka
Rawa Bento juga merupakan lokasi yang menarik untuk berkemah. Pada malam hari, langit yang cerah menghadirkan taburan bintang yang indah. Saat malam semakin larut, suara alam menjadi lebih terdengar, memberikan suasana yang sulit ditemukan di wilayah perkotaan. Ketika pagi tiba, kabut yang menyelimuti rawa menciptakan pemandangan mistis namun menenangkan—momen yang sering diincar para fotografer.
Upaya Pengembangan dan Pelestarian
Pemerintah Kerinci terus melakukan perbaikan fasilitas dan akses untuk mempermudah pengunjung. Tempat parkir, dermaga kecil, serta area peristirahatan mulai ditata lebih baik. Meski demikian, pelestarian lingkungan tetap menjadi fokus utama agar keindahan Rawa Bento tidak rusak oleh aktivitas wisata.
Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi kunci penting. Pengelolaan wisata berbasis komunitas diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga tanpa mengorbankan kelestarian alam.

