JourneyVertical.com. Tren ultralight backpacking semakin populer di kalangan pendaki Indonesia. Bukan cuma soal gaya, tapi soal efisiensi. Semakin ringan beban yang kita bawa, semakin hemat energi yang kita keluarkan. Tanjakan terasa lebih โmanusiawiโ, lutut tidak cepat nyeri, dan perjalanan jadi lebih nyaman.
Ultralight bukan berarti nekat membawa perlengkapan minim tanpa perhitungan. Konsepnya adalah membawa barang yang benar-benar dibutuhkan, dengan bobot seringan mungkin, tanpa mengorbankan keamanan.
Kabar baiknya, sekarang sudah banyak brand lokal Indonesia yang memproduksi perlengkapan ultralight dengan kualitas bagus dan harga lebih masuk akal dibanding produk impor. Jadi kamu tidak harus selalu berburu gear luar negeri untuk bisa menikmati konsep ringan ini.
Di artikel ini, kita akan bahas rekomendasi perlengkapan ultralight backpacking lokal yang bisa kamu pertimbangkan untuk pendakian 1โ3 hari.
1. Carrier Ultralight Lokal
EigerHikeover45L
Dalam konsep ultralight, tas adalah fondasi utama. Idealnya berat carrier kosong di bawah 1,2 kg untuk kapasitas 40โ50 liter.
Beberapa brand lokal yang dikenal memproduksi tas ringan dengan material modern seperti cordura ringan, ripstop, atau bahkan xpac antara lain:
- Arei Outdoor Gear
- Consina (seri ringan tertentu)
- Forester
- Eiger (seri lightweight tertentu)
Pilih tas dengan desain minimalis, tanpa terlalu banyak frame berat atau kompartemen berlebihan. Pastikan tetap memiliki hipbelt yang nyaman karena distribusi beban tetap penting.
Target berat carrier ultralight: 700 gram โ 1,1 kg.
2. Tenda Ultralight Lokal
Tenda sering menjadi penyumbang berat terbesar setelah carrier. Untuk ultralight, pilih tenda single layer atau double layer ringan dengan berat maksimal sekitar 1,5 kg untuk 2 orang.
Beberapa brand lokal yang punya lini ringan:
- Consina (seri Alpine atau Light Series tertentu)
- Eiger lightweight series
- Avtech lightweight tent
- Rei (brand lokal Indonesia, bukan REI US)
Perhatikan material flysheet dan rangka. Aluminium alloy lebih ringan dibanding fiberglass. Jika solo hiking, pertimbangkan tenda 1P dengan berat sekitar 1 kg.
Target berat tenda ultralight:
1P: 900 gram โ 1,2 kg
2P: 1,2 โ 1,6 kg
3. Sleeping System Ringan
Sleeping system terdiri dari sleeping bag dan matras.
Sleeping Bag
Pilih sleeping bag dengan rating suhu sesuai gunung tujuan. Untuk gunung 2000โ3000 mdpl di Indonesia, rating comfort sekitar 5ยฐC sampai 10ยฐC biasanya cukup.
Brand lokal seperti:
- Consina
- Eiger
- Rei
- Forester
Sudah memiliki seri sleeping bag ringan berbahan hollow fiber atau synthetic ringan dengan berat 700โ1.000 gram.
Matras
Matras foam lipat lokal sangat ringan dan murah. Beratnya sekitar 300โ400 gram. Kalau mau lebih compact, matras angin ringan juga tersedia dengan berat 400โ600 gram.
Target total sleeping system: 1 โ 1,5 kg.
4. Kompor dan Sistem Masak Minimalis

Ultralight backpacking identik dengan sistem masak yang sederhana.
Kompor portable mini banyak tersedia dari brand lokal atau distributor resmi dengan berat sekitar 80โ120 gram. Tambahkan nesting kecil berbahan aluminium atau titanium ringan sekitar 150โ250 gram.
Tips ultralight:
- Gunakan nesting multifungsi (bisa jadi mangkuk).
- Bawa satu sendok lipat saja.
- Hindari membawa alat masak berlebihan.
Total sistem masak bisa ditekan di bawah 500 gram (tanpa gas).
5. Pakaian: Layering Cerdas, Bukan Banyak
Kesalahan umum pendaki adalah membawa terlalu banyak pakaian.
Dalam konsep ultralight:
- 1 baju hiking (dipakai)
- 1 cadangan tipis
- 1 jaket ringan (windproof/down tipis)
- 1 base layer untuk tidur
- 1 celana hiking (dipakai)
Brand lokal seperti Eiger, Consina, dan Arei sudah memiliki jaket lightweight dengan bobot di bawah 400 gram.
Pilih bahan quick-dry dan hindari katun karena berat saat basah.
6. Rain Gear Ringan
Jas hujan sering dianggap sepele, padahal bisa berat jika salah pilih.
Ponco tipis lokal banyak tersedia dengan berat 200โ300 gram. Alternatifnya jaket waterproof ringan 250โ400 gram.
Pastikan tetap tahan angin dan tidak mudah sobek.
7. Headlamp dan Elektronik Minimal

Headlamp modern sekarang sangat ringan, sekitar 60โ100 gram.
Bawa:
- 1 headlamp
- 1 powerbank kecil (5.000โ10.000 mAh cukup untuk 1โ2 malam)
Hindari membawa gadget yang tidak perlu. Kamera besar bisa diganti dengan smartphone jika ingin lebih ringan.
8. Botol Air dan Sistem Hidrasi
Botol plastik ringan, seperti botol air mineral tebal bisa lebih ringan daripada botol stainless.
Beberapa pendaki ultralight bahkan menggunakan botol PET biasa karena ringan dan mudah diganti.
Total sistem air tergantung kebutuhan, tapi wadahnya sendiri bisa di bawah 100 gram per botol.
9. First Aid Kit Minimalis tapi Fungsional
Ultralight bukan berarti menghilangkan P3K.
Isi seperlunya:
- Plester
- Obat pribadi
- Perban elastis kecil
- Obat anti nyeri
- Obat lambung
Simpan dalam pouch kecil ringan.
10. Prinsip Utama Ultralight Backpacking
Ultralight bukan tentang mahal atau gengsi. Ini tentang mindset.
Beberapa prinsip penting:
1. Timbang semua barang sebelum naik.
2. Hilangkan barang yang tidak benar-benar digunakan.
3. Gunakan barang multifungsi.
4. Prioritaskan keamanan daripada sekadar ringan.
Base weight (berat tas tanpa air dan makanan) untuk ultralight biasanya di bawah 7 kg. Untuk pemula, 7โ9 kg sudah termasuk sangat nyaman.
Apakah Ultralight Cocok untuk Semua Orang?
Tidak selalu. Jika kamu pendaki pemula yang belum terbiasa dengan manajemen risiko, membawa perlengkapan sedikit lebih lengkap mungkin lebih aman.
Ultralight cocok untuk:
- Pendaki yang sudah paham medan.
- Jalur resmi dan jelas.
- Pendakian 1โ3 hari.
- Cuaca relatif stabil.
Untuk ekspedisi panjang atau gunung ekstrem, pendekatan ringan tetap bisa dipakai, tetapi dengan penyesuaian.
Kesimpulan
Rekomendasi perlengkapan ultralight backpacking lokal kini semakin mudah ditemukan. Brand Indonesia sudah mampu menyediakan gear ringan dengan kualitas yang layak untuk pendakian dalam negeri.
Kunci ultralight bukan sekadar angka di timbangan, tapi efisiensi dan kesadaran akan kebutuhan.
Semakin ringan tasmu, semakin panjang langkahmu.
Semakin hemat energimu, semakin besar peluangmu menikmati perjalanan.
Gunung tetap sama tingginya. Tapi dengan beban yang lebih ringan, kamu bisa mendakinya dengan lebih nyaman dan lebih bijak.

